Menunggumu di tepi pantai

Sore itu, aku berdiri di tepi pantaiBerteman ombak, dan berharap mereka dapat menyentuh kakiku sebagian.Tetapi ternyata ombak itu bukan hanya membasahi kakikuMereka juga menghapus namamu yang sempat kutulis di pasir.Aku pun kembali menulis namamu di pasir, tetapi agak jauh dari bibir pantaiSupaya mereka tidak dapat menghapus namamu kembali. Sore itu, kau belum juga menampakkan batangLanjutkan membaca “Menunggumu di tepi pantai”

Mempelajari tubuhmu dan bahasanya

Dari bibirmu, aku belajar memahami kata dan bunyi-bunyi ciumanMereka memelihara kita dari kata asing, dan pertengkaran. Dari tanganmu, aku belajar memahami cara dan gerak-gerak pelukanMereka memelihara kita dalam kehangatan, dan ketertutupan. Dan dari matamu, aku belajar memahami petualangan dan arah anginMereka memelihara kita dalam kata bingung, dan ketersesatan. Hal-hal yang berkaitan dengan tubuhmu, adalah bahasaLanjutkan membaca “Mempelajari tubuhmu dan bahasanya”

Lelaki dan amarah

Lelaki dan amarahBagai sebutir telur yang berada dalam genggaman tangan.Kau harus menjaga tubuhnya agar tidak jatuh, dan pecah. Lelaki dan amarahBagai bunga layu di teras rumah.Kau harus menyiram dan memberinya cahaya matahari agar tidak mati. Lelaki dan amarahBagai tangisan bayi yang harus kau redam.Bawa ia kedalam pangkuan terhangat mu, dan ia akan tertidur pulas. RyanLanjutkan membaca “Lelaki dan amarah”